Kabar Buruk, Tak Seburuk yang di Pikirkan

Tulistangan.id – Orang – orang akan menunggu kabar buruk dari kita, bukan kabar baik, sebab diantara mereka tidak semua hati dan pikiran mereka bersih pasti ada saja yang mengatasnamakan peduli tapi sikat sana sikat sini. Tidak memikirkan siapa diantara kita. Biasanya, mereka hadir disaat kondisi yang tidak memungkinkan. Kritik boleh tapi harus tahu kualitas diri yang sama persis situasinya jika itu ada diposisi yang sama.

Untuk persoalan ini, Saya pernah menyarankan ke seorang sahabat, yang sehari-hari saya tahu persis apa yang ia kerjakan dan apa yang ia perbuat. Saya tidak lagi menggurui, tetapi saya menyampaikan hal itu, karena saya masih sayang dan peduli terhadap masa depannya.

Mendingan fokuslah pada sesuatu yang punya nilai manfaat lebih, fokuslah pada urusan – urusan produktif, tidak perlu berwacana, atau argumentasi yang sifatnya provokatif tapi tidak punya dasar keilmuan dan pengetahuan yang tinggi. Saya meyakini setiap orang punya talenta dan cara berpikir. Jika cara itu tidak digunakan dengan baik. Maka tunggulah kehancurannya.

Mulailah fokus untuk mengurusi diri sendiri, dari pada harus urusi hal – hal yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kita. Jalan kita masih panjang, kita akan terus berinteraksi pada mereka yang saat ini ada diposisi yang tidak sepahaman, tapi dilain kesempatan bisa jadi kita ada bersama mereka, membangun hal yang positif ataupun membangun hal yang lebih produktif.

Catatan ini hanya sebuah saran, yang bisa jadi pegangan ataupun diabaikan juga tidak masalah, yang jelas sebagai orang yang tahu dan belajar berdinamika sedikit paham, situasi seperti ini harus diingatkan…[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *