Tulistangan.id – Sudah tidak terhitung jumlah warung kopi (warkop) yang tumbuh di daerah ini, kehadirannya perlahan menggeser ruang silaturahmi seperti ruang tamu dan ruang keluarga lainnya. Warung kopi menjadi pilihan paling alternative ketika ada urusan penting yang harus dibicarakan.

Selain itu warkop menjadi tempat yang tidak hanya bicara soal keseharian tapi warkop menjadi pilihan terkait urusan kepentingan dan konsolidasi. Termaksud urusan politik perhari ini. Sebab, warung kopi merupakan panggung politik kecil-kecilan yang cukup efektif digunakan untuk menarik perhatian dan suara di momentum tertentu.

Ada beberapa bukti catatan yang menunjukan bahwa pengaruh politik didaerah ini lahir dari warung kopi. Bagaimana isu itu cepat berkembang, bagaimana pula gagasan cepat tersampaikan dengan hanya 15 menit duduk diwarkop.

Jika mau tahu isu apa yang tengah hangat, maka duduklah diwarkop lalu nikmati kopimu dan dengar apa yang jadi bahan pembicaraannya. Disana akan tumbuh dan muncul berbagai isu baik yang sifatnya privasi atau yang sudah menjadi konsumsi public. Maka perlu bagi kita memilah persoalan yang muncul disela diskusi.

Warkop menjadi fenomena tersendiri bagi mereka yang pada dasarnya hobi menikmati kopi, lalu dibekali kemampuan untuk berdialektika. Disaat itulah hal yang sensitive dengan mudah tersampaikan. Bahkan bagi mereka yang tidak memahami duduk persoalan harus terbuai dan yang paling penting adalah warkop bisa menjadi wahana edukasi alternatif di luar pendidikan formal.

Nah, beberapa poin positif tentang warkop sedikit tersampaikan diatas, jadi perlu bagi kita harus hadir dan memastikan warkop sebagai sarana silaturahmi yang benar – benar menjadi ruang diskusi dan silaturahmi tanpa embel – embel politik.

Penikmat Ngopi di Warung Kopi, tapi masih sering dibayarkan…[]

Baca Juga  Timnas Tidak Gagal, Apalagi Kalah

Write A Comment