Anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH lulus Seleksi Penerimaan Prajurit TNI

Tulistangan.id – Pengumuman Hasil seleksi Calon Tamtama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Palu, Sulawesi Tengah (24/11) menjadi berkah tersendiri bagi pasangan suami istri Busa Lawa dan Olif yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) asal Desa Sungku, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Anak pertamanya Febriyantho menjadi salah satu dari 213 yang dinyatakan lulus dan akan mengikuti pendidikan sebagai calon TNI selama 7 bulan.

Kabar tersebut itu disampaikan oleh Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan Azis lewat media sosialnya.

“Hari ini TUHAN telah merubah nasibmu kawan, Suatu saat nanti jika kau telah kembali sebagai Prajurit TNI, ketabahanmu, kesabaranmu, bahkan kerendahan hatimu, jangan pernah berubah. Darimu saya belajar, bahwa mujizat itu ada,” Tulis Azis di Laman Media Sosialnya yang sudah disukai 155 Like dan 42 Komentar.

Ia menyampaikan bahwa, niat menjadi TNI dilakukan dengan sangat serius, proses pendampingan pun ia lakukan kurang lebih 2 bulan sebelum pendaftaran.

“Terima kasih Tuhan telah mengijinkan menjadi pendampingmu, yang sudah mendampingi kurang lebih 2 bulan sebelum mendaftar. Dari mengawasimu lari, restop, pus up, sampai mengajarimu berenang dari nol.”Katanya.

Setelah dinyatakan lulus, Azis hanya bisa berpesan, bahwa jangan pernah lupa kepada kedua orang tuamu, Saudaramu Lairut Laii Ruth Nunca dan Yosis Tuda yang sudah banyak berkorban untukmu, kepada sanak saudara dan kepada semua orang yang ikut membantumu dalam proses ini sehingga kamu berhasil.

“Ingat, Ibumu akan berbangga, dia tidak pernah menyangka melahirkan seorang anak yang nantinya akan menjadi prajurit TNI, menjadi kebanggaan keluargamu,” Pungkas Azis penuh haru.

Sementara ini, Koordinator Wilayah I PKH Sulawesi Tengah Saipul, menyampaikan kebanggaannya, bahwa proses pendampingan tidak hanya menitik beratkan pada penerimaan bantuan sosial saja, tapi lebih kepada perhatian pendamping terhadap anak KPM yang punya potensi menjadi aparat negara.

“Alhamdulillah, ada anak KPM PKH yang dinyatakan lulus sebagai TNI, ini sebuah kebanggaan bahwa pendamping PKH tidak hanya menjadi pendamping bantuan sosial, tapi lebih dari apa yang harus dilakukan oleh seorang pendamping,”Katanya.

Lebih lanjut ia katakan, bahwa tugas pendamping harus lebih jeli melihat potensi yang ada pada anak – anak KPM, Berikan mereka ruang, kesempatan dan dorong anak – anak KPM untuk mengejar cita-citanya.

Kedepan, ia berharap ada banyak anak KPM yang dapat berprestasi tidak hanya sebagai prajurit TNI, Tapi juga dibidang lainnya. “Semoga kedepan, akan banyak lahir anak KPM yang dapat memberikan kebanggaan bagi keluarga dan daerah,” Tuturnya.***

Penulis : Abqari FM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *