Mangge Ojay ; Hadir Sebagai Pilihan Alternatif Tempat Minum Kopi

Tulistangan.id – Secara tidak sengaja saya mampir di Warkop Mangge Ojay, lokasinya di Jalan Sutomo tepat didepan LPMP. Warkopnya sederhana, terlihat beberapa meja mulai tertatah rapi, juga kursi yang sudah diatur sedemikian rupa menyesuaikan jumlah pengunjung yang akan datang di jam pagi.

Sang pemilik merupakan teman kecil di kompleks BTN Silae. Farul, Siapa yang tidak kenal se Kelurahan Silae dan sekitarnya. Anak muda yang sudah sejak lama punya niatan membangun kedai kopi dengan brand atas namanya.

Pagi itu, saya harus sarapan ditempatnya, nasi kuning plus kopi susu harus dicoba, sehingga tahu bagaimana rasanya kopi hasil racikan mangge ojay atau Farul. Yang kata orang Palu bilang kopinya narasa.

“Ketertarikan saya pada kopi sudah lama semenjak saya terjun di dunia kuliner, tetapi pada tahun 2020 saya mulai lebih dalam menggeluti kopi, hingga mencoba bisnis Warung kopi, Karena menurut saya kopi mempunyai teknik tersendiri dalam proses peracikan sampai siap seduh.”Tutur Farul sembari meracik kopi yang akan ia suguhkan kesaya.

Menurutnya, Ini soal rasa, siapapun punya citarasa yang berbeda ketika disuguhkan kopi, baik dikedai atau diwarkop yang saat ini tengah merebak. Tapi katanya suguhan kopinya agak berbeda, lebih fresh dan tentu original.  “Kalau punya saya, ada yang membedakan dengan Warkop pada umum nya yaitu biji kopi khas lokal Sulteng disajikan dengan teknik manual brew, yg menciptakan rasa dan aroma kopi yang fresh dan original.”Jelasnya.

Saya melihat, Farul dan usahanya sangat total dan prospeknya masih cukup panjang, apalagi penikmat kopi semakin hari semakin banyak dengan berbagai pilihan tempat.

Tinggal bagaimana pelayanan dan rasa kopi harus tetap terjaga. Agar dapat menjadi keunikan tersendiri bagi penikmatnya.

“Ia, saya harus menjaga citarasa kopi yang jadi keunggulanku, biar orang-orang betah untuk ngopi diwarkopku,”Katanya.

Selain itu, Farul juga mengingatkan ke pemerintah agar lebih peduli terhadap pelaku UKM dibidang kopi atau UKM yang baru merintis. “Harapan kedepanya pemerintah lebih melirik UKM dibidang kopi dan lebih memberikan ruang untuk para perintis UKM agar dapat mengembangkan usahanya,” Harapnya.

Selain mangkal di Jalan Sutomo, Mangge Ojay juga aktif dibeberapa iven yang digelar di Palu dan sekitarnya. Ia hadir dengan menawarkan kopi siap seduh sampai penikmat benar – benar puas.

Yah. Saran saya anjo pi ngopi ditempat sederhana punya Mangge Ojay. Serupput kopinya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *