Pospera Sulteng Kecam Tindakan Represif Kepolisian

Tulistangan.id – DPD Pospera Sulawesi Tengah, Aim Ngadi mengecam tindakan represif aparat keamanan dan menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan kurang peduli terhadap kasus pertambangan.

Bahkan, khusus protes dilakukan ratusan masa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Tani Peduli (ARTI) yang menolak keberadaan PT. Trio Kencana di Kasimbar yang berujung ditangkapnya masa aksi oleh aparat kepolisian, ia meminta untuk dibebaskan

“Kami minta aparat keamanan untuk membebaskan masa aksi yg ditangkap karena yg seharusnya ditangkap hari ini adalah para pelaku tambang ilegal,” ujar Aim Ngadi, Minggu, (13/22).

Menurut dia, aksi dilakukan warga yang berasal dari Kecamatan Toribulu, Kasimbar dan Kecamatan Tinombo Selatan, karena akumulasi dari kegerahan dan kemarahan masyarakat.

“Persolan Parigi Moutong bukan sekedar PT Trio Kencana tapi akumulasi dari kegerahan masyarakat terhadap janji pemerintah dan aparat keamanan atas janji-janjinya dalam penertiban tambang,” urainya.

Ia meyakini, jika aparat dan pemerintah serius terhadap permasalahan pertambangan maka tidak akan terjadi aksi hingga menelan korban. Misalnya, kata dia, masih terekam jelas kasus Desa Buranga yang menelam korban.

“Karena tidak ada titik terang terhadap penyelasaian kasus-kasus tersebut hari ini rakyat mengambil sikap tegas yang lagi-lagi protes soal tambang,” ungkapnya.

“Kalau sudah terjadi seperti ini jangan rakyat lagi disalahkan dengan alasan tidak sabar dan mengganggu aktivitas publik, padahal masa aksi tidak sedang memperjuangkan nasibnya sendiri tapi nasib orang banyak dan generasi selanjutnya,” sambungnya.

Penulis : NN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *