Tulistangan.id – Masyarakat kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore menggelar Bomboma Cup, yakni kegiatan yang memperlombakan olahraga tradisional Sumpit atau bahasa kaili Sopu.

Dalam kegiatan itu, diikuti 3 kabupaten yakni, Parigi Moutong, Sigi dan Kota Palu dengan jumlah peserta dua puluh lima (25) orang.

Menurut ketua Panitia pelaksana, Imran bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif masyarakat Kawatuna yang rindu pelestarian budaya dan tradisi masyarakat dulu. Terutama menggunakan alat tradisional Sumpit. “Kegiatan ini sebagai bentuk kerinduan sekaligus pelestarian budaya yang dulunya digeluti oleh para leluhur,”Katanya.

Ia Berharap, semoga olahraga sumpit ini dapat diperlombakan sampai ketingkat provinsi. Sehingga dapat mempererat silaturahmi masyarakat adat di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Husin Alwi selaku Sekum KONI Sulteng yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi atas suksesnya pelaksanaan lomba tradisional sumpit yang di inisiasi oleh masyarakat Kawatuna pada hari Minggu (05/06).

Menurutnya ini sebagai pertanda bahwa masyarakat masih peduli terhadap kebiasaan pendahulu yang gemar menggunakan sumpit sebagai keahlian dalam berburu selain menjadi peletak dasar pelestarian adat serta budaya leluhur.

“Kegiatan ini sebagai bentuk mempererat silaturahim sesama warga bahkan lintas Kabupaten Kota. Kedepannya KONI Sulteng akan mengelaborasi event seperti ini untuk bisa dipertandingkan ditingkat provinsi.”Jelasnya.

Baca Juga  Archaeologists may find a hidden tunnel in king Tut’s tomb

Write A Comment