Tulistangan.id – Jelang setahun memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulteng, M Nizar Rahmatu terus melakukan berbagai terobosan dalam memajukan olahraga di Sulteng.

Selain menggenjot capaian dan prestasi atlet di berbagai iven olahraga Nasional dan Internasional, KONI Sulteng kembali membuat terobosan baru dengan melaunching Buku Gerak Atlet di Arena Politik, Sejarah Terbentuknya Provinsi Sulteng. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Sutan Raja Palu sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran Aplikasi Data Base KONI Sulteng, Rabu (22/6/2022).

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Sulteng, Nizar Rahmatu mengatakan, peluncuran Aplikasi Data Base KONI Sulteng ini merupakan yang pertama di Indonesia Pasca Gelaran PON di Papua. Dimana PON Papua 2020 menyuguhkan data berbasis aplikasi.

Menurutnya, di aplikasi Data Base KONI Sulteng, semua data keolahragaan mulai dari data atlet, data pelatih, profil wasit dan informasi olahraga lainnya akan disuguhkan melalui data yang berbasis aplikasi.

“Olahraga sekarang harus berbasis aplikasi, di Porprov Banggai nanti, kita sudah tidak manual lagi. Mungkin ini pertama bagi Provinsi Sulawesi Tengah di luar Papua setelah PON. Untuk tingkatan provinsi, kami lah yang pertama di seluruh Indonesia, olahraga berbasis aplikasi,”jelasnya.

Nizar Rahmatu mengatakan, dirinya memimpin KONI mendapat amanat berat dari Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura selaku Bapak Olahraga Sulteng agar membangun harga diri, membangun kebanggaan, serta harkat dan martabat daerah melalui prestasi.

Menurutnya, untuk memajukan olahraga terdapat empat pilar yang harus dipenuhi yakni penataan organisasi, pengembangan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan anggaran.

“Hari ini kita berkumpul disini dalam rangka penataan organisasi dan peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia. Sepanjang KONI berdiri, baru kali ini Pengprov dilibatkan dalam Bimtek Pengelolaan Dana. Kenapa harus ada pengprov, karena yang secara langsung mengelola dana dari kami adalah Pengprov Cabor. Tujuan kami adalah akuntabel, transparansi dan berintegritas, kami tidak ingin, hanya karena soal-soal kecil dan pengetahuan terbatas, para Pengprov Cabor mendapat masalah-masalah yang berpotensi hukum, kami tidak mau itu,” jelasnya.

Baca Juga  IPMBL Harus Siap Mengambil Bagian Penting Pembangunan Daerah

Sementara itu, kesempatan itu Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menyambut Baik atas peluncuran Buku “Gerak Atlet di Arena Politik, Sejarah Terbentuknya Provinsi Sulteng”, dan Aplikasi Data Base KONI Sulteng.

“Kita harus tahu sejarah, bahwa Sulawesi Tengah ini lahir dari olahraga. Di saat Sulawesi Tengah belum menjadi Provinsi, Sulteng telah menjadi peserta PON Tahun 1961 berkat para pejuang-pejuang daerah kita. Sehingga terbitlah Perpres yang tadinya kita tergabung di kontingen Sulawesi Utara Tengah, dengan terbitnya perpres tersebut kita Sulawesi Tengah bisa Menjadi peserta PON Tahun 1961,” ujar Gubernur Rusdy Mastura.

Gubernur Rusdy Mastura mengajak seluruh elemen untuk membangun prestasi Olahraga Sulteng, sehingga melalui Olahraga kita bisa mengharumkan nama Daerah di Kancah Nasional maupun Internasional.

“PON Aceh- Sumut mendatang kita mempunyai target perolehan 15 medali,” katanya.

Peluncuran Buku dan Aplikasi data base KONI Sulteng dihadiri Pengurus dan Pokja KONI Sulteng, Pengurus Koni Kabupaten/Kota se-Sulteng, Forkopimda Sulteng, pemerhati olahraga serta Utusan Pengprov Cabor dan organisasi fungsional KONI.

Media Koni Sulteng

Write A Comment