Tulistangan.id – 1 Tahun telah berlalu, perjalanan itu perlu direfleksi, melihat kekurangan dan mengukur pencapaian. Agar apa yang dibuat dan dilakukan menjadi tolok ukur menyelesaikan tugas yang tertunda dan merencanakan lagi setiap gagasan. Refleksi itu, terlihat pada perayaan KONI Sulawesi Tengah setahun kepemimpinan Ketua Umum Nizar Rahmatu.

Di setahun itu Ia hadir memberi warna baru bagi dunia olahraga di Sulawesi Tengah. Ia bergerak cepat, lalu kemudian menyusun kerangka kerja menjadi bagian utuh organisasi yang kemudian di implementasikan kedalam kerja – kerja kelembagaan.

Langkah perubahan mulai di susun. bersama dengan orang yang ia yakini dan percaya mau berbuat untuk olahraga di Sulawesi Tengah. Ia mampu menempatkan dan memposisikan orang sesuai dengan kapasitasnya. Sebab, ia tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang perlu dilakukan.

Ia selalu mengingatkan di banyak momen kesempatan, bahwa tidak hanya soal olahraga saja, tapi soal lainnya adalah bagaimana menata manejemen olahraga di daerah bisa menjadi maju dan dapat berkembang

Setahap demi tahap, hari demi hari bulan demi bulan itu terus berjalan. Ia tidak hanya focus di cabang olahraga-nya, tetapi juga, focus meningkatkan kualitas sumber daya manusia ditingkat kesekretariatan yang saban hari tidak pernah dilakukan oleh periode sebelumnya.

Selain itu, manejemen Pengurus Provinsi Cabang Olahraga harus siap mengikuti apa yang menjadi target besar.

“Sebenarnya ini bukan soal bisa atau tida bisa, tapi ini soal kemauan yang harus disikapi oleh semua komponen yang peduli terhadap pembangunan olahraga di daerah ini,”Kata Nizar.

Pada prinsipnya, Induk olahraga (Koni) tidak dapat bekerja sendiri dan tidak dapat berjalan dengan mulus, jika anak yang dibesarkan tidak mau tumbuh dan menyesuaikan apa yang menjadi keinginan sang induk.

Gerak cepat terus ia lakukan, sampai dimana mereka yang bersebrangan pilihan tersadarkan bahwa memang inilah orang yang benar – benar mau berbuat untuk olahraga.

Baca Juga  Porpov ke IX di Banggai terus di siapkan

Menyusun gagasan lewat tindakan, ternyata itu tidak semulus apa yang dipikirikan. Tapi pada dasarnya ia terus bergerak. Ia mulai mengatur ritme dengan mengumpulkan sumber daya manusia yang mumpuni dibidangnya, lalu merangkul kembali mereka yang tidak dilibatkan dalam urusan olahraga kemudian mengelolah manejemen kelembagaan Koni Sulteng dengan sistem manejemen yang modern dan tentu terbuka yang pada akhirnya sejak saat itu olahraga di Sulawesi Tengah bergerak laju kedepan, meninggalkan mereka yang hanya memanfaatkan olahraga sebagai penghidupan tidak sebagai tanggung jawab.

Ia mulai tinggi disanjung, tidak larut dalam kepercayaan diri. Juga ia sering dikritik, tidak sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan intropeksi diri, sebagai pemegang kemudi. Sehingga diantara mereka yang Dulu yang pesimis kini memberi apresiasi tak terhingga.

Banyak momen dari situasi itu ia mulai membuktikan bahwa kerja – kerja perubahan tidak hanya diatur lewat argumentasi, tata bahasa, melainkan kerja kongkrit yang nyata terlihat.

“Biarkan orang – orang diluar sana mengkritisi kita, kita tetap bekerja dan membuktikan bahwa kita bisa,” Ujar Nizar pada setiap kesempatan

Gagasan dan Ide itu terbukti, tertatih diawal, lalu mencatat sejarah baru di Gelaran PON di Papua dengan mendulang 12 Medali. Lalu menyusun program jangka panjang, yang tentu targetnya adalah prestasi. Seperti Program Sulteng Emas, yang menitikberatkan pada hasil maksimal, termaksud target perolehan emas di PON Aceh – Medan tahun 2024 nanti.

“Jika ada yang lelah dan tertatih, rangkul dia, berikan suplemen, berikan ia kepastian tentang target besar yang sudah disusun diawal,” Katanya, memberi motivasi dihadapan para cabor yang juga mulai bergerak.

Memang, jika dilihat dari rencana besar itu, tidak ada yang tidak mungkin selagi mau dan terus berbuat. Persiapan dan langkah strategis untuk mewujudkannya juga tidak hanya tertuang dalam blue print.

Baca Juga  Warkop dan Ruang Politik

Tapi kemudian melakukan langkah cepat dengan merekrut atlet potensi yang harapannya dapat mendulang emas dari berbagai cabang olahraga yang kemudian memberi nilai berbeda dari sebelumnya.

Sulteng Emas adalah ajang pembuktian dan awal kebangkitan olahraga menuju prestasi tingkat nasional. Makanya, Nizar Rahmatu memberikan penguatan bahwa sudah waktunya untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kita bisa.

Itu target prestasi, target lainya adalah pembangunan olahraga yang berefek besar terhadap pembangunan daerah. Target bagaimana daerah ini bisa membangun sarana prasarana, fasilitas dan infrastruktur penunjang lainnya. Program itu adalah memastikan Sulawesi Tengah terpilih sebagai tuan rumah PON digelaran yang akan datang. Tidak muluk – muluk, dukungan mengalir, Pemerintah Daerah memberikan penguatan berkat kemampuan ketua umum Nizar Rahmatu dalam meyakinkan pihak – pihak bahwa Sulteng bisa dan mampu melaksanakan Pekan Olahraga Nasional. Semoga saja, niat baik suatu saat akan terealisasi di Sulawesi Tengah.

Olahraga Adalah Harga Diri

Olahraga yang dulu hanya sebagai hobi disebagian masyarakat Sulteng. Pasca PON Papua masyarakat di Sulawesi Tengah bak Tsunami, berlomba – lomba ingin terlibat di Olahraga.

Kita sudah memulai, selanjutnya biarkan masyarakat menentukan kemana arah dan tujuan olahraga di Sulteng. Ia komitmen, lewat olahraga bangun Sulawesi Tengah. Sebab olahraga tidak hanya fisik dan kesehatan jasmaninya saja, tapi disana ada infrastruktur jalan, gedung, objek wisata, dan lain sebagainya.

Olehnya itu, ia selalu menyampaikan bahwa olahraga adalah harga diri dan martabat daerah Sulawesi Tengah. “Kita akan bangun Sulawesi Tengah lewat Olahraga,”Tegasnya.

Sejak terpilih 28 Juni 2021, ia memastikan bahwa tonggak sejarah kebangkitan prestasi olahraga Sulteng dimulai. Ia terpilih dan memulai merencanakan gagasan besar tentang bagaimana Sulawesi Tengah dipandang baik oleh masyarakat luar.

Baca Juga  Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemerintah Provinsi Sulteng Jadi Polemik

“Mengelola olahraga tidak hanya mengejar prestasi, namun ada makna yang terkandung di dalamnya yakni mulia di mata ALLAH SWT, karena ini menyangkut harkat martabat dan harga diri daerah,” tandas Nizar Rahmatu dalam setiap kesempatan.

Yang perlu disyukuri, bahwa gerak cepat ini, selaras dengan apa yang menjadi cita – cita bapak olahraga Sulteng H Rusdy Mastura. Dukungan itu menjadi energy tersendiri bagi Nizar Rahmatu dalam menahkodai KONI Sulteng.
Apalagi sokongan Tim Kesekretariatan yang solid dibawa kendali Sekum Husin Alwi dan Bendum Andi B Lamakarate Ketua Harian Edison Ardiles, Direktur Eksekutif Muhammad Warista serta Kepala Kesekretariatan Idrus Sahar Muhammad sehingga melahirkan Era Baru KONI Sulteng.

Satu tahun masa kepemimpinannya, berbagai upaya dan terobosan dilakukan. Tidak hanya membangun harmonisasi dengan KONI Kabupaten/Kota, namun dengan seluruh Pengurus Provinsi Cabang Olahraga sebagai manifestasi kemajuan olahraga.
Satu tahun, adalah bagian dari refleksi dan evaluasi menguatkan kerja – kerja kedepan, sehingga setahun kemarin terbentuklah kelompok kerja (Pokja) yakni Pokja Mengelola Aset, Pokja Majelis Ta’lim dan Pokja Sulteng Emas 2024.
Satu tahun kepemimpinan, Olahraga telah menunjukan geliat kemajuan. Satu tahun kepemimpinan, Nizar menjadikan atlet berprestasi, memiliki harapan dan masa depan. Satu tahun kepemimpinan, Nizar telah membangun olahraga dari keterpurukan peringkat dan prestasi.

Satu tahun kepemimpinan, ia mempertegas bahwa membangun olahraga harus berpedoman pada empat variabel, yakni SDM, sarana prasarana, penataan organisasi dan pendanaan.

Kapal KONI akan kembali berlayar, namun lebih kokoh, senyum canda tawa bahagia insan olahraga yang ada didalamnya menuju samudra kejayaan. Satu tahun adalah pijakan awal karena perjalanan masih panjang, dan masih banyak PR besar yang harus diselesaikan.[]

Write A Comment