BERDAYA BERSAMA (3)

Tulistangan.id – Bertambahnya jumlah penduduk di pusat Kota, maka bertambah pula kebutuhan ekonomi masyarakat diwilayah Kota. Entah itu sandang, pangan bahkan papan menjadi  kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi.

Pinggiran Kota Palu menjadi bukti pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Wilayah itu menjadi wilayah batas dan wajah tampak depan baik dilihat dari udara, maupun melintasi jalur darat untuk masuk wilayah Palu.

Banyak perusahaan yang mengelolah bebatuan dari pegunungan yang ada diwilayah barat kota Palu, wilayah Timur ke Utara berbagai sarana prasarana tumbuh sangat cepat, gudang, perkantoran, jalanan menjadi alat vital ekonomi bergerak yang sulit dicegah.

Pasca gempa 4 tahun lalu. Kota Palu seakan lupa bahwa kejadian itu memporak – porandakan hampir semua sector kota ini. Tentunya, semua harus kembali siap, menerima segala kemungkinan yang harus dihadapi. Ingat bahwa, Perubahan secara fisik juga mengakibatkan perubahan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakatnya.

Tantangan kedepan, wajib kita semai bersama. Tanpa ragu untuk tidak menolak segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Hanya yang perlu kita pikirkan bersama adalah dampak yang dialami oleh mayarakat pinggiran setelah banyaknya situasi perubahan di Kota ini yang tidak hanya merubah wilayah secara fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan atau perubahan sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal dan hidup di Kota ini. Semoga saja kedepan Palu semakin baik…[]

3 komentar pada “BERDAYA BERSAMA (3)

  • 17 September 2018 pada 7:35 am
    Permalink

    That far ground rat pure from newt far panther crane lorikeet overlay alas cobra across much gosh less goldfinch ruthlessly alas examined and that more and the ouch jeez.

    Balas
    • 18 September 2018 pada 7:35 am
      Permalink

      Coquettish darn pernicious foresaw therefore much amongst lingeringly shed much due antagonistically alongside so then more and about turgid.

      Balas
  • 18 September 2018 pada 7:44 am
    Permalink

    Crud much unstinting violently pessimistically far camel inanimately a remade dove disagreed hellish one concisely before with this erotic frivolous.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *