BERDAYA BERSAMA ( 5 )

Aco ; Setiap orang harus Peduli, pada siapapun yang membutuhkan Bantuan

Tulistangan.id – Siang itu Senin (22/08), waktu sudah menunjukan jam pulang, beberapa pegawai yang rutin bekerja di Dinas Sosial Kabupaten Sigi sudah mulai beranjak untuk segera meninggalkan kantor dan kembali kerumah masing – masing. Begitu juga Kami Saharuddin, atau biasa di panggil Aco, yang saat itu bertugas menerima aduan masyarakat setiap pekannya.

Ia terkejut, sesaat meninggalkan ruang piket, ia ketemu dengan seorang bapak yang dalam kondisi lemas, batuk dan sesak nafas. Ternyata bapak itu, perlu penanganan serius dari pihak rumah sakit, hanya saja kondisi pengetahuan dan kurangnya informasi, menjadikan bapak tersebut tidak bisa berbuat apa – apa.

“Pak, sebaiknya bapak ke rumah sakit,” Saran Aco.

Kami Saharudin, Setelah Foto Bersama setelah membantu proses kelengkapan Berkas Masyarakat

Bapak tersebut, tidak juga beranjak, ternyata sang bapak tidak memiliki BPJS sebagai syarat untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.  “Maaf, anak saya tidak tau ba urus BPJS,” Ujar Bapak tersebut. “Oke Pak, Insya Allah besok saya bantu untuk segera mengurus kelengkapan berkas, agar bapak segera mendapatkan layanan kesehatan.”Pintahnya

Esok harinya, Aco dan anak sang bapak janjian untuk mengurus segala syarat kelengkapan berkas BPJS. Tahap demi tahap Aco bantu untuk melengkapi, dari proses pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu, kemudian mengantar ke RS Torabelo.

“Yang paling penting, Pak Amran segera dirawat di RS,” Tuturnya.

Makanya, Aco tergerak untuk menawarkan diri membantu proses administrasi sampai dengan proses layanan kesehatan diperoleh.

Dari pagi sampai siang segala kelengkapan berkas yang belum lengkap ia penuhi, dari Pengurusan SKTM di kantor Desa Kalukubula, sampai dengan pengesahan di kantor Camat Biromaru, lalu kemudian kembali ke Dinas Sosial untuk meminta rekomendasi sebagai penerima layanan kesehatan, hingga tiba di Puskesmas yang ternyata layanan sudah tutup.

Meski tutup, tidak menyurutkan semangat Aco dan Fahmi, untuk segera melengkapi syarat lain yang dibutuhkan, agar Pak Amran bisa dirawat. Syukurnya tiba di RS Torabelo semua proses itu dimudahkan. Sampai akhirnya Pak Amran mendapatkan layanan secara gratis.

Sebagai pendamping Sosial pada Program PKH, Aco sadar bahwa, setiap orang atau masyarakat perlu bantuan. Semua harus tergerak, siapa pun itu, kita tidak boleh pilih kasih. Pak Amran, adalah potret ketidaktahuan terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah, terutama terkait dengan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Memang, Informasi itu harus segera sampai, sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilengkapi dan apa yang perlu dilakukan,”Katanya.

Dinas Sosial sebagai sektor pelayanan permasalahan sosial, juga harus peka merespon setiap keluhan masyarakat. Sehingga tidak adalagi masalah sosial yang menyebabkan masyarakat pasrah dengan kondisinya.

Akhirnya, Pak Amran mendapatkan layanan kesehatan, ia di diagnose menderita penyakit Tubercolosis (TBC) dan membutuhkan perawatan intens selama 6 bulan. Perlu diketahui Pak Amran hanya bekerja sebagai tukang meubel, dan memiliki 2 anak, yang pertama usia 15 tahun yang ikut membantu mencari rejeki sebagai buruh bangunan dan tukang cuci motor. Sementara anak ke 2, usia 9 tahun sampai dengan hari ini belum mendapatkan layanan pendidikan. Menurut Aco, karena persoalan ekonomi anak pak Amran belum disekolahkan. “Iya, karena kondisi ekonomi, anak saya belum sekolah,”Kata Pak Amran. Sementara itu Pak Amran dan istri sudah bercerai, dan info yang diperoleh sudah 3 tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.

Kondisi sosial ekonomi masyarakat, menjadi biang meningkatnya angka kemiskinan di setiap daerah. Upaya itu, harus segera diantisipasi, Pemerintah Kabupaten Sigi sudah berupaya, disektor Kesehatan ada layanan kesehatan Masagena. Nah, Aco berharap Layanan ini harus tepat sasaran.

Dari proses singkat itu, Aco berharap lebih banyak lagi yang peduli, peduli dengan kondisi sekitarnya. Peduli bukan karna profesi, apalagi gaji, tapi memang panggilan hati. Meski hal kecil tapi sangat berarti buat mereka. “Sebenarnya dari proses ini, lebih ke rasa syukur, karena saya yakin tidak semua orang bisa melakukan itu, meski mereka mampu.”Katanya.

Sebagai bahan perenungan, bahwa Allah titipkan sedikit kelebihan ke kita dengan berani berhadapan dengan proses administrasi, untuk membantu mereka yang tidak terbiasa bahkan takut berhadapan  dengan urusan admnistrasi. Bahkan parahnya ada beberapa yang dapat perlakuan yang tidak wajar karna dianggap rendah saat berurusan administasi.

Ingat, bahwa masyarakat adalah raja yang harus dilayani. Apapun kebutuhannya, apalagi terkait dengan nilai – nilai kemanusiaan yang tidak semua harus diukur dengan uang…[]

3 komentar pada “BERDAYA BERSAMA ( 5 )

  • September 3, 2022 pada 1:17 am
    Permalink

    Luar biasa..hampir sama kasus yang perna sy alami,..dengan membantu orang lain tanpa dilandasi apa profesi kita,..kita wajib membatu sesama, apalagi orang yang tidak mampu.
    💪🙏

    Balas
    • September 3, 2022 pada 6:00 am
      Permalink

      Benar sekali,, cerita diatas sangat menginspirasi kita untuk slalu peduli sesama manusia.. Trimakasih buat kalian orang2 baik.. Sehat2 yah kalian semuanya. Aamiin 🤲

      Balas
  • September 3, 2022 pada 6:08 am
    Permalink

    Terimakasih orang baik,, 🙏

    Melakukan hal baik adalah perbuatan mulia,jadi jangan bosan untuk slalu berbuat baik yah,,
    karna sejatinya kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas akan menjadi penolong kita dimasa depan.Aamiin

    Untuk pak Amran,semoga cepat sembuh yah pak, 6 bulan ngak lama pak,Bapak harus sembuh yah demi anak2,yang sabar dalam menjalani pengobatannya pak jangan sampai telat minum obat biar cepat sembuh. Aamiin 🤲🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *