14 M

Oleh : Saleh Awal

Sungguh sebuah kenyataan yg menakjubkan. Ada organisasi yg betul2 seperti candu. Dulu saat saya aktif di HMI, beberapa jam saja tidak lihat sekretariat rasanya seperti ada sesuatu yg hilang. Bahkan kepala rasanya pusing. Jika mau sehat kembali, datangilah sekretariat HMI. Entah psikology apa yg terdapat dalam organisasi ini. Saat kuliah, saya numpang di rumah saudara. Disitu tempat tidur enak, makan juga tidak kekurangan.

Tapi selalu saja hati dan kaki ini ingin ke sekretariat. Jika sudah disana, makan dan tidak makan rasanya senang saja. Di sekretariat jauh dari kemewahan. Yg ada hanya kursi kayu yg lapuk. Karpet penuh debu. Bahkan Toilet tidak ada. Klo ingin ke belakang, harus ke kantor2 pemerintah yg banyak di sekitar sekretariat.

Namun duduk di kursi yg lapuk itu, sama kemewahannya dengan sofa di rumah pejabat. Apalagi di karpet yg berdebu itu. Klo mau tidur, tinggal rebahkan badan, Insya Allah 5 menit kemudian sudah sampai di alam nirwana. Makan tidak ada masalah. Makan dengan tempe dengan harga 3 – 5 ribu sama enaknya makan ayam goreng di rumah. Teh yg entah berapa kali di celup itu tetap saja nikmat dinikmati ramai – ramai, Itulah HMI. Itulah KAHMI hari ini.

Kami semua digembleng dengan suasana dan kondisi yg kurang lebih sama. Kami ini mungkin orang-orang yg sudah termakan sumpah. Sumpah HMI/ KAHMI adalah sumpah Islam kaffah. Bacalah kembali sumpah saat LK 1. Sumpah itu kemudian diulang lagi saat jadi pengurus. Bunyinya kurang lebih sama. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

”Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allahdan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah.”

“Kami rela Allah Tuhan kami, Islam agama kamidan Muhammad Nabi dan Rasul Allah.”

Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kami pengurus HMI Cabang….. Periode …….dengan ini berjanji dan berikrar:

1. Bahwa kami dengan kesungguhan hati kami akan melaksanakan ketetapan ketetapan Konferensi Cabang ke …..di ……

2. Bahwa kami akan selalu menjaga nama baik Himpunandengan selalu tunduk dan patuh kepada AD/ARTdan pedoman pokok HMI beserta ketentuan – ketentuan lainnya.

3. Bahwa apa yang kami kerjakan dalam kepengurusan ini adalahuntuk mencapai tujuan HMI dalam rangka mengabdi kepada Allah SWTuntuk mencapai kesejahteraan ummat dan bangsa di dunia dan diakhirat.

“Sesungguhnya Sholatku, perjuanganku, hidup dan matikuhanya untuk Allah Tuhan seru sekalian alam.”

Disumpah itu pertama2 kita memperbaharui keislaman kita. Kita bersahadat kembali. Lalu dipertegas bahwa Allah itu Tuhan kami, Islam agama kami dan Muhammad adalah Rasul Allah. Paragraf pertama ini sumpah batin yg menyentuh ruang terdalam diri kita.Lalu paragraf kedua, kita dimasukkan sebuah kesadaran akan tanggungjawab untuk mengurus sebenar2nya dan seserius – seriusnya organisasi.

Ini sumpah kesadaran atau jasad kita. Lalu paragraf ketiga. Ini benar2 klimaks bahwa semua yg kita lakukan mulai dari sholat, hidup sampai mati adalah hanya untuk Allah. Ini sumpah ruh kita.

****

Mengerikan bukan? Tapi tidak ada yg menyesal jadi anggota HMI. Malah menyesal tidak jadi anggota. Inilah sebabnya ikatan ke-Hmi-an itu kuat sekali. Ada senior , secara sepintas acuh tak acuh tapi sebenarnya perhatiannya sangat mendalam. Ikatan inilah yg kemudian dicemburui Gusdur. Gusdur melontarkan frasa HMI Connection. Karena Gusdur melihat ikatan silahturahmi dan persahabatan di HMI sangat kuat. Salah satu pembacaan peta politik penyebab lengsernya gusdur adalah karena bersatunya alumni HMI. ******

Dalam bulan November 2022, kami yg semua sudah termakan sumpah ini akan berkumpul di Palu. Formalnya sih namanya Munas, tapi sebenarnya lebih dari itu , ini adalah forum silaturahmi yg mengikat batin, memperbarui kesadaran dan penegasan komitmen keorganisasian. Para alumni HMI itu pasti tidak akan rela kalau perhelatan besar akan gagal hanya karena riuhnya orang luar yg mempersoalkan yg tidak punya persoalan. Semuanya legal dan semuanya sudah sah. Sudah ketok Palu. 14 M.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *