Berdaya Bersama (8)

Daerah ini Harus Sehat dan Baik – baik selalu

Tulistangan.id – Sudah hampir 6 tahun saya bekerja sebagai pendamping sosial, pekerjaan yang penuh dengan tantangan dan dinamika sosial yang tentu harus dihadapi. Beberapa tahun diawal, saya memegang 3 kelurahan 1 kecamatan, lalu focus di 1 kelurahan, yakni Tipo, Kelurahan yang tumbuh dengan keberagamannya. Setelah cukup lama memegang wilayah Tipo, Saya harus siap pindah ke Watusampu Kelurahan tetangga.

Pada akhirnya, Wilayah kerja tidak jadi soal, Pekerjaan ini harus tetap saya tekuni dan memastikan bahwa semua proses dan hasil dari pekerjaan ini baik bagi saya dan masyarakat dampingan.

Merujuk dari persoalan itu, pendamping sosial sama artinya dengan memberdayakan masyarakat. Itu yang kemudian menjadi tugas pokok. Mengembangkan, memandirikan, dan memperkuat posisi masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatan penekanan di segala bidang dan sektor kehidupan yang kemudian menjadi targetnya adalah mengurangi kemiskinan yang terus – terus menjamur.

Di samping itu juga sebagai pendamping sosial, kita harus mampu memberikan perlindungan dan membela dengan berpihak pada yang lemah untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang dan ekploitasi atas masyarakat lemah.

Dari proses target selanjutnya adalah perubahan sosial yang sistematik, terencana, dan terkontrol. Perlu Perencanaan dan pengawasan yang teratur menjadi cara pendekatan untuk menggerakkan masyarakat agar terjadinya Perubahan kearah perbaikan taraf hidupnya.

Beberapa tahapan perubahan sosial tersebut meliputi segi kehidupan yang intrinsik dan ekstrinsik. Nilai sosial dan budaya sebagai intrinsik benar-benar dijunjung tinggi dan dihormati sedang hal-hal baru sebagai hal yang ekstrinsik perlu disaring dan diserap untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan.

Hal tersebut berguna atau bermanfaat bagi kehidupan yang menjunjung tinggi harkat sosial dan kemanusiaan. Dengan demikian pemberdayaan dapat dilihat sebagai proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan yang memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat.

Dengan begitu, tujuan pemberdayaan harus menunjuk pada keadaan atau hasil yang perlu dicapai oleh Perubahan sosial itu sendiri, dengan tujuan akhirnya adalah masyarakat menjadi berdaya, mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup, memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan dan mandiri dalam melaksanakan kehidupan. Dan hal tersebut masih terus menjadi tanggungjawab.

Berdasarkan beberapa hal diatas dapat dimaknai bahwa setelah munculnya kesadaran atau potensi dan kemampuan untuk meningkatkan derajat maka tumbuhlah semangat untuk melakukan Perubahan ini adalah sebuah proses sekaligus sebuah tujuan untuk memastikan bahwa Negara ini harus sehat, daerah ini juga harus baik – baik saja dan tidak bisa kita abai terhadap setiap persoalan yang muncul. Apalagi itu persoalan harkat dan martabat masyarakat.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *