PORPROV Berikutnya, Jangan ada lagi Nyawa yang Melayang

Tulistangan.id – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Sulteng di Banggai selesai dihelat, pesta insan olahraga itu meninggalkan kisah sedih bagi pegiat olahraga.

Kontingen Kota Palu yang berlaga berduka. Seorang atlet cabang olahraga (cabor) pencak silat meninggal dunia, Rabu (14/12/2022).

Atlet itu atas nama Frendi Atmaja meninggal dunia, pukul 13.45 wita, di RS Daerah Luwuk. Setelah 2 hari menjalani perawatan.

Frendi Atmaja sendiri sehari-hari aktif sebagai anggota Brimob Polda Sulteng dengan pangkat bharaka dan bertugas di satuan kompi 2 batalyon A Pelopor.

Frendi Atmaja dikabarkan mengalami sakit saat pertandingan pencak silat di arena Gelora Luwuk.

Ia mengalami demam hingga menggigil namun terus melanjutkan pertandingan.

Meninggalnya Frendi, menjadi evaluasi bagi insan olahraga di Sulawesi Tengah, kondisi Atlet juga harus menjadi perhatian, mitigasi dan keselamatan atlet adalah bagian penting yang kemudian harus menjadi catatan.

Kegigihan dan semangat atlet tidak boleh dijadikan dasar untuk terus membiarkan ia bertanding. Padahal kondisinya tidak fit.

Hal yang perlu jadi Catatannya adalah Semua harus dievaluasi, perangkat pertandingan, tim medis dan tim kontingen harus benar – benar memastikan kepastian bahwa tidak ada hal yang berakibat fatal pada atlet yang akan bertanding.

Ingat, bahwa prestasi tidak akan jadi apa-apa, jika ada nyawa yang jadi korban. Semua harus benar-benar menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya lebih baik.

Sekali lagi, olahraga bukanlah ruang untuk menaruh nyawa sedemikian mudah…[]

3 komentar pada “PORPROV Berikutnya, Jangan ada lagi Nyawa yang Melayang

  • September 17, 2018 pada 7:31 am
    Permalink

    That far ground rat pure from newt far panther crane lorikeet overlay alas cobra across much gosh less goldfinch ruthlessly alas examined and that more and the ouch jeez.

    Balas
    • September 18, 2018 pada 7:31 am
      Permalink

      Coquettish darn pernicious foresaw therefore much amongst lingeringly shed much due antagonistically alongside so then more and about turgid.

      Balas
  • September 18, 2018 pada 7:39 am
    Permalink

    Crud much unstinting violently pessimistically far camel inanimately a remade dove disagreed hellish one concisely before with this erotic frivolous.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *