Ini Profil Fatya Syifa Ramadani, Atlet Panjat Tebing Peraih 4 Medali Emas

TULISTANGAN.ID – Usianya masih cukup belia. Ia tinggal Bersama kedua orang tua yang kondisi ekonomi biasa – biasa saja. Kegigihan dan cita – citanya-lah yang mengantarnya meraih prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke IX Sulteng di Kab. Banggai dengan meraih 4 medali emas di Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing mewakili Kota Palu.

Fatya Syifa Ramadani gadis itu. Anak dari ayah Andi Ahmad Rumu dan Ibu Nuraiman adalah bagian penting kesuksesan Kota Palu meraih peringkat 2 di PORPOV IX Banggai.

Selain itu, doa dan dorongan dari kedua orang tua juga menjadi pelecut dan semangat yang sampai dengan hari ini ia masih bertahan di Cabor Panjat Tebing dengan terus ikut Latihan, sehingga puncak prestasi ia peroleh di pesta olahraga 4 tahunan tersebut.

“Ayah dan ibu saya hanya bekerja sebagai pedagang tahu tempe, Makanya saya harus giat latihan, biar bisa membahagiakan kedua orang tua lewat olahraga panjat tebing ini,”Katanya.

Sejak usia 13 tahun ia mulai mengenal Cabang Olahraga Panjat Tebing. Sebelumnya ikut Latihan Taekwondo, tapi seiring berjalannya waktu keinginan untuk lanjut di Cabor Taekwondo sudah tidak ada lagi.

Makanya, ia pindah ke cabor panjat tebing karena sering ikut kakak untuk Latihan. Ketertarikan pada panjat tebing memuncak sama seperti dinding yang ia panjat, semakin tinggi dindingnya semakin kuat daya tariknya.

“Kakak yang awal memperkenalkan saya dengan cabor panjat tebing, dengan melihat kakak yang kebetulan menyukai panjat tebing jadi saya ikut ikutan untuk latihan,” Jelasnya.

Gadis yang biasa di sapa Syifa ini, Awalnya hanya iseng Latihan. Lalu kemudian dengan ikut berlatih membuat beberapa senior panjat tebing menyukai cara tehnik memanjat Fatya, Sehingga katanya ia ditantang untuk ikut bergabung yang kebetulan pada saat itu atlit-atlit tengah dipersiapkan untuk seleksi kejurnas dibawah umur.

“Alhamdulillah saya terpilih untuk ikut lomba kejurnas dibawah umur, walaupun pada saat itu sempat berhenti. Tapi Ketika melihat teman – teman yang terus semangat yang masih giat latihan menjadikan saya termotivasi untuk ikut kembali walaupun rintangan yang dihadapi cukup berat.”Katanya.

Fatya merasa bahwa Panjat Tebing adalah salah satu cabor yang berat dan sulit, tapi iya meyakini jika terus serius semua bisa dilalui.

“Ini tantangan buat saya. Kedepan harus fokus, disiplin, kerja keras jika dikerjakan bersamaan insyaallah kita bisa mencapai apa yang kita inginkan.”Pungkasnya.

Kedepan iya punya target besar, tantangan kedepan adalah fokus meraih prestasi pada kejuaraan tingkat nasional, di tahun 2023 ada Pra PON dan PON di tahun 2024.

“Target besar saya di dua kejuaraan itu, ini akan jadi pembuktian saya, semoga berhasil dan saya bisa mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional,”Harap anak ke dua dari empat bersaudara ini.

Untuk persaingan di tingkat nasional, Fatya masih punya peluang besar di nomor Lead, Katanya, Pada kejuaraan Piala Gubernur ia berhasil meraih medali emas dari nomor itu dan hal tersebut akan menjadi tolak ukur, karena di nomor itu ia berhasil mengalahkan sejumlah atlet yang berasal Maluku, Papua dan Sulawesi.

Fatya berprinsip, bahwa segala sesuatu Tidak ada yang tidak mungkin, selagi masih berusaha semua akan berjalan dengan baik. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *