Liga 2 Terhenti, Ratusan Pemain akan kehilangan Pekerjaan

Penulis : Abqary FM

TULISTANGAN.ID – Mau Juara, tapi kompetisinya diberhentikan. Hal yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin, sedangkan kompetisi saja ada, Timnas belum dapat berbuat banyak. Apalagi dihentikan, Ini keputusan yang terburu – buru dan tidak memikirkan nasib ribuan orang yang bergantung di Sepakbola.

Setelah beberapa kali gagal diberbagai turnamen yang punya gengsi tinggi, kini sepakbola Indonesia harus berhadapan dengan ketidakpastian tentang masa depannya.

Timnas gagal di Piala AFF 2022. Terus kemudian sempat tertunda karena ada kasus yang menewaskan puluhan Suporter di Kanjuruan Malang. Lalu yang terakhir adalah Liga 2 harus dihentikan dengan alasan yang penuh perdebatan.

Awal polemik itu muncul setelah Induk olahraga sepakbola PSSI mengambil keputusan untuk menghentikan Liga 2 dan 3.

Menurut Sekretaris Jendral PSSI. Yunus Nusi Alasan penghentian ini ada tiga hal, Pertama soal fasilitas Adanya permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tersebut tidak bisa dilanjutkan.

Ia mengatakan, permintaan tersebut muncul karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator. Begitu juga dengan pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.

Alasan kedua adalah adanya rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia seusai tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat.

Alasan ketiga adalah Perpol Nomor 10 Tahun 2022 mengamanatkan proses perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.

Tentunya, dengan adanya penghentian ini, bisa berakibat pada kecemburuan. Oleh karena itu, PSSI harusnya juga menghentikan Liga 1, karna jika memberlakukan aturan ketat, yakin Liga 1 tidak akan memenuhi unsur yang disebutkan diatas.

Lebih baik semua dihentikan. Tidak usah dilanjutkan. Mulai musim baru dengan aturan ketat lima aspek klub profesional.

Kedepan perlu melakukan seleksi ketat terhadap klub-klub yang akan tampil di kompetisi pada tahun depan. Klub yang tampil di kompetisi harus benar-benar memenuhi syarat profesional meliputi aspek legal, infrastruktur, finansial, sumber daya manusia, dan supporting.

Atau opsi lainnya adalah, Liga tetap dilanjutkan sampai dengan selesai, setelah itu lakukan pembenahan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Klub harus segera menyiapkan infrastruktur dari manejemen tim, sampai fasilitas pendukung. Sehingga nilai standar yang dipersyaratkan terpenuhi.

2 opsi yang tentu harus segera dipikirkan secara bijak, Karena setiap Putusan tentunya akan berimbas pada mereka yang bergantung di Sepakbola, ingat bahwa ada ratusan pemain yang kehilangan pekerjaan, lalu ada official tim yang tentu tidak bisa lagi beraktifitas karena sepakbola adalah tumpuan utama mengais rejeki jika benar – benar akan dihentikan untuk musim ini.

Sepakbola Indonesia memang kerap bermasalah, proses penyelesaiannya pun berulang – ulang tanpa hasil yang memuaskan.

Konflik kepentingan kelompok tertentu adalah biangnya. Sehingga mereka yang tidak punya niat bangun sepakbola sebaiknya untuk tidak ada didalamnya. Keluar dan cari saja urusan lain.

Sampai kapan pun sepakbola tidak akan maju, bukan karena pemainnya, bukan karena pelatihnya, melainkan karena pejabat-pejabatnya yang tidak becus mengelola sepakbola. Selalu menjadikan sepakbola seperti barang dagangan. Bila laku dipoles terus menerus selama dapat mengeruk pundi-pundi uang. Bila tidak laku ya dibuang. Sebaliknya, bila dagangan itu ada masalah seperti tragedi Kanjuruhan, semua lepas tangan. Ah. Kadang – kadang….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *