Berdaya Bersama (9)

TULISTANGAN.ID – TERNYATA Tahun Baru 2023 tidak semudah seperti yang direncanakan diakhir tahun 2022. Tiba – tiba masalah itu muncul dan harus dituntut untuk diselesaikan dan Saya harus Kembali untuk konsultasi bagaimana cara menyelesaikan persoalan itu. Sebagai Pendamping Sosial, masalah yang muncul tidak boleh didiamkan agar tidak terjadi polemik ditengah masyarakat.

Koordinator PKH Kota Palu—lah yang jadi tujuan untuk menanyakan banyak hal tentang bagaimana menyelesaikan kisruh yang sudah terlanjur terjadi.

Pagi itu, Amiyuddin Djafar, atau Korkot kami di Program Keluarga Harapan ( PKH ) tengah menyelesaikan tugas yang harusnya tidak lagi dia yang selesaikan, sepertinya itu pekerjaan di 2022 yang belum tuntas.

Benar, harusnya ia cukup duduk dan menerima laporan tentang  apa yang terjadi di Lapangan. Paling tidak, jika tidak tuntas baru ia yang ambil alih tugas tersebut. Nah, kemungkinan besar pekerjaan yang tidak tuntas adalah pekerjaan teman – teman pendamping.

Ini bagusnya Koordinator PKH, Ternyata ia memahami, bahwa SDM PKH tidak semua bisa menyelesaikan persoalan tersebut, maka perlu dia untuk menyelesaikan. Ia banyak mengarahkan ke hal yang substansial, sederhana tapi langsung pada pokok persoalan. Dari berbagai persoalan, kisruh dan ruwetnya urusan PKH dan urusan lainnya, jika ditangani dengan benar maka semua bisa selesai.

Memang benar, ada banyak proses bisnis yang ada di PKH butuh penyelesaian tingkat tinggi, butuh sentuhan magis yang tentunya sekali lagi harus benar dikerja secara professional. Belum lagi kerjaan tambahan, kerjaan yang diserahkan ke Pendamping yang harus juga butuh kerja ekstra, apalagi kita berhadapan dengan masyarakat yang sikap dan sifatnya tidak peduli.

Dari persoalan dan kekhawatiran itulah kenapa kemudian, saya secara pribadi butuh sosok Amiyuddin Djafar. Untuk permasalahan – permasalahan saya konsultasinya sama beliau, untuk keruwetan saya pasti temui beliau. Dan urusan lainnya, jika terkendala dengan berbagai permasalahan pasti larinya ke Korkot PKH, yang sejak 2014 dipercaya sebagai penanggung jawab.

Amiyuddin Djafar, sebenarnya tidak tahu banyak, ia hanya tahu sedikit tapi banyak hal. Sehingga ada saja solusi yang dia berikan kepada kami sebagai pendamping, meskipun beberapa bagian diluar nalar pendamping.

“Sebagai Pendamping permberdayaan itu, kita harus tahu sedikit dalam banyak hal, sehingga Ketika diperhadapkan pada persoalan rumit kita jadi tahu bagaimana menyelesaikannya.”Katanya.

Untuk urusan pekerjaan, ia ahlinya, ia punya banyak solusi tentang ilmu dan strategi menyelesaikan masalah. Ia penentu kebijakan di internal kami di Pendamping Kota Palu dan selama bekerja sebagai Pendamping, Saya menilai ia sangat bijaksana, bersikap dan bertindak, tidak ada satupun yang dapat dirugikan dari persoalan itu.

Semoga ikhtiarnya ketahap berikut dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *