Anak Muda : Urusan Nanti Menang atau Kalah

TULISTANGAN.ID – Tahun politik sudah berjalan, hal itu ditandai dengan munculnya berbagai baliho, spanduk, dll ruas kiri dan kanan jalan. Momen Politik inilah yang ditunggu oleh mereka yang berkecimpung di dunia politik. Sebab kata mereka, puncak karir di Politik adalah jabatan politik, jika bukan anggota dewan, yah pejabat eksekutif seperti, bupati, walikota, gubernur bahkan presiden.

Makanya, di tahun ini banyak muncul anak muda yang kemungkinan besar usia rata – rata 25 – 40an tahun kebawah. memilih politik sebagai jalan pengabdian untuk hal yang lebih besar, tapi jalan mereka tidak mulus, mereka akan berhadapan dengan para senior yang sudah lebih berpengalaman.

Soal tahu atau tidaknya apa yang ingin diperjuangankan, itu urusan belakang, Ini hanya soal cara merebut hati masyarakat saja yang harus jadi prioritas dulu, setelah itu biarkan proses ini mengajarkan banyak tentang dinamikanya.

Meyakinkan masyarakat butuh cara yang ekstra, sehingga hal itu jadi penting dipersiapkan, karena merebut hati masyarakat juga perlu tawar menawar tingkat tinggi, sebab disana ada harapan dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan.

Pernyataan itu tentu tidak pantas, sebagai calon politisi paling tidak harus memahami apa yang menjadi keharusan. Jangan kemudian hal tersebut hanya dijadikan cara untuk melakukan hal yang tidak diketahui ujung pangkalnya.

Bagaimana bicara kebijakan dan cara mengkritisinya, bagaimana bicara soal kemiskinan dan cara penyelesaiannya, bagaimana bicara carut marutnya birokrasi dan cara mengingatkannya, dan bagaimana bicara soal kesejahteraan rakyat sementara kita tidak tahu, Langkah – Langkah apa yang perlu dilakukan.

Bagi mereka yang terdidik atau melalui proses kaderisasi Lembaga politik, tentu sedikit banyak memahami itu. Tapi perlu diingat, bahwa momen Politik tahun ini, Modal gagasan sedikit banyak tidak akan mempengaruhi, yang paling menyentuh adalah soal ketepatan rasa, jika mereka senang dengan cara kita, yakin mereka akan memilih. Juga soal pragmatism masyarakat yang saban hari lebih memilih uang ketimbang melihat gagasan itu juga perlu di pikirkan.

Yang artinya, semua persoalan menyangkut perebutun kekuasaan harus menyiapkan segala hal. Jika kita tidak punya basis suara paling tidak kita punya bekal Sosial, Jika kita tidak punya modal social, kita punya modal Kultural (Keluarga, Pertemanan dan lain – lain ) dan jika kita tidak punya modal social dan kultural, paling tidak kita punya modal ekonomi ( Materi, transportasi, kemampuan jangkauan, dan lain sebagainya) Nah, jika kita tidak punya ketiganya, maka saran saya, harus berhenti. Sebab, hal yang tidak dimiliki akan susah untuk diperjuangkan, karena itu senjata kita.

Jadi bagaimana dengan anak muda dimomentum politik 2024. Jika diminta untuk menjawab. Maka Masih ada setahun untuk menyiapkan segala hal, Modal semangat hanya bagian kecil untuk mengangkat kepercayaan diri. Yang paling penting adalah modal pengetahuan dan gagasan yang harus dipertaruhkan, Ingat, Menang dan Kalah bukan urusan nanti…[]

Penulis : Abqary FM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *