Jambore, Silaturahmi dan Penguatan SDM PKH

Tulistangan.id – Objek Wisata Paralayang, Desa Wayu, Marawola Barat, Kabupaten Sigi dari tempat ini saya dan ratusan teman – teman Pendamping PKH Se Sulteng hadir untuk memeriahkan gelaran Jambore PKH yang kedua kali dilaksanakan yang sebelumnya pernah diadakan di Kabupaten Banggai.

Kegiatan berlangsung 3 hari, dari tanggal 29 sampai dengan 31 Mei 2023 dengan berbagai kegiatan lomba untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Lokasi Paralayang ini dipilih, selain tempat berkemah yang lapang, objek ini sangat menarik banyak perhatian pencinta ketinggian (gunung), lokal maupun mancanegara.

Dari Desa Wayu ini pemandangan Kota Palu dapat terlihat siang maupun malam. Meski kadang embun juga akan datang untuk menutupi diwaktu sore, tapi Kesan indah dan sejuknya tidak akan hilang meski kabur menyelimuti. Justu hal itu Menambah nyamannya untuk terus berlama-lama diselimuti kabut menjelang gelap.

Dari segi jaraknya pun tidak terlalu jauh, sekiranya hanya butuh 30 menit untuk naik keatas dari poros Palu – Bangga. Jalan nanjak dan berliku, tidak terlalu curam. Memudahkan siapapun untuk naik. Apalagi di pembukaan Jambore, Peserta disuguhkan atraksi penerbangan atlet – atlet Paralayang yang pas diudara mengibarkan bendera jambore. Sungguh atraktif dan menghibur. Tempat ini salah satu yang terbaik di Indonesia bahkan di dunia untuk pelaksanaan lomba Paralayang.

Sepertinya Panitia Jambore betul – betul tepat memilih lokasinya. Tidak ada alasan lain yang dapat membantah bahwa Paralayang di Kabupaten Sigi ini benar – benar memberi kenikmatan yang luar biasa. Seperti suguhan kopi menjelang subuh di pekatnya dingin.


Kegiatan Jambore PKH rencananya akan dilaksanakan setiap tahun dan akan menjadi agenda tahunan Pendamping PKH untuk terus menjaga silaturahmi ditengah padatnya kegiatan mendampingi Keluarga Penerima Manfaat KPM atau bisnis PKH lainnya.

Ide ini awalnya di Kota Palu akan dilaksanakan, tiba – tiba bencana lalu pandemi membuat rencana itu batal, sampai akhirnya Sigi dengan dukungan Pemerintah Kabupaten yang siap untuk melaksanakan di tahun 2023, maka terlaksana-lah Jambore di Kabupaten Sigi.

“Bupatinya yang luar biasa, mampu memberikan hal baik untuk kepentingan orang banyak, terutama pendamping PKH yang butuh sedikit refreshing ditengah padatnya kegiatan pendampingan,”Kata salah satu pendamping yang enggan disebut namanya. 

Benar, Bupati Sigi perhari ini fokus penanggulangan kemiskinan lewat program unggulan Sigi Masagena, jika dikolaborasi program pusat dan Daerah yakin proses percepatan penanggulangan kemiskinan itu bisa segera teratasi. Bupati Irwan Lapatta, patut diapresiasi oleh mereka yang menyentuh dan tersentuh oleh program Sigi Masagena.

Jambore memberi kesan yang baik, peserta berlomba untuk menghibur diri, tidak ada kesan persaingan yang tinggi. Ejekan hanya sekedar lelucon tidak sampai dihati. Peserta terhibur dan menghibur. Para juara juga menampilkan kualitas yang mumpuni dan layak untuk memperoleh penghargaan.

Jambore juga menciptakan kegotongroyongan antar peserta, juga menjadi kesempatan melepas rindu antar Kohort (angkatan). Solidaritas terbangun dengan kuat. Sehingga Kepercayaan diri pendamping tumbuh untuk kembali ke tugas masing – masing diwilayah dampingan.

Jambore adalah ruang silaturahmi dan penguatan kinerja SDM PKH. Rangkaian kegiatan itu tumbuh bersama, tak ada sekat dan pembatas. Tak ada ruang yang memunculkan perdebatan. Sebab, Tegak Lurus adalah tanggungjawab bersama yang harus ditunaikan.

Selamat dan sampai ketemu digelaran jambore berikutnya.

Penulis : Abqary FM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *