PKH Kota Palu, Lakukan Asesmen Kepada Masyarakat Yang Layak Dapat Bansos, Tapi Belum Tercover DTKS

Tulistangan.ID – Pendamping PKH Kota Palu terus bekerja untuk melakukan pemastian terhadap masyarakat yang sampai dengan saat ini belum terakomodir mendapatkan bantuan sosial.

Permasalahan yang paling krusial adalah masyarakat tersebut belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga perlu dilakukan pengusulan kembali.

Untuk itu, Pendamping PKH Kota Palu melakukan asesmen untuk memastikan apakah benar ada masyarakat yang belum dapat bantuan sosial, karena disebabkan tidak ada nama dalam DTKS.

Menurut Koordinator PKH Kota Palu, kita terima aduan dari masyarakat, ada banyak yang belum dapat bantuan. Makanya, pihaknya melakukan kunjungan kepada masyarakat yang bersangkutan untuk dilakukan pengecekan sekaligus pendataan apakah benar belum masuk dalam DTKS.

“Kita melakukan respon pengaduan kepada KPM yang belum dapat bantuan karena tidak masuk dalam DTKS,” Katanya.

Setelah itu kita akan teruskan ke pemerintah kelurahan untuk dilakukan pendataan apa yang menyebabkan yang bersangkutan belum dapat bantuan.

Apakah persoalan dokumen kependudukan atau ada masalah lain, “Kita akan teruskan ke Pemerintah Kelurahan untuk melakukan pengecekan langsung, Karena Pendamping PKH tidak dapat melakukan pengusulan langsung.” Katanya.

Sementara itu, untuk temuan dilapangan tadi, menurut Rinawati, bahwa Bapak Lasimin ( Nama KPM) sudah pernah menerima Bansos, Tapi karena terjadi pemadanan data maka Bansosnya terhenti.

“Kami akan memintah untuk mengusulkan Kembali, karena yang bersangkutan masih layak dapat Bansos,” Katanya.

Perlu diketahui, bahwa yang bersangkutan tinggal di Jalan Kijang, Eks Pembuangan Sampah bersama anak-anaknya. Mirisnya, ia hidup bersama anaknya yang sudah berkeluarga, karena menikah di bawah umur.

Pihaknya, bersama pendamping PKH diwilayah tersebut akan berupaya untuk memastikan KPM tersebut dapat bantuan.

“Mohon doanya yah, kita akan upayakan,”Katanya.

Iya juga mengingatkan untuk pendamping PKH Kota Palu, harus peka terhadap kasus-kasus begini disetiap wilayah dampingannnya. Jangan sampai ada masyarakat yang layak tersentuh bansos tapi tidak tersentuh.

“Jangan sampai viral, baru ada Gerakan dari teman-teman, apalagi sampai diketahui oleh Mensos,” Tutupnya. (Qar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *